Program Green School, Dewan Pendidikan Karanganyar Bagikan Bibit Tanaman

- 13 November 2021, 17:27 WIB
Penyerahan bibit tanaman dari Dewan Pendidikan Karanganyar pada sekolah di Kecamatan Jumantono di sela sosialisasi dan penguatan komite sekolah, baru-baru ini.
Penyerahan bibit tanaman dari Dewan Pendidikan Karanganyar pada sekolah di Kecamatan Jumantono di sela sosialisasi dan penguatan komite sekolah, baru-baru ini. /Dewan Pendidikan Karanganyar/Istimewa

KARANGANYARNEWS-Dalam rangka peduli ikut menciptakan lingkungan yang myaman dan sehat, Dewan Pendidikan Karanganyar membagikan bibit tanaman kepada sekolah sekolah (SD dan SMP) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Tahap pertama diberikan pada sekolah-sekolah di empat kecamatan, yaitu Tasikmadu, Mojogedang, Matesih dan Jumantono. Masing masing lima sekolah tiap kecamatan. Bibit yang diberikan tanaman alpukat, jambu, nangka dan Matoa.

Humas Dewan Pendidikan Karanganyar, Hartono, kegiatan pembagian bibit tanaman itu adalah pilot proyek dalam program green school.

Tujuannya untuk menumbuhkan siswa cinta pada lingkungan yang hijau dalam menanggulangi pemanasan global serta memberi manfaat secara ekonomi.

Untuk penyediaan bibit tanaman, Dewan Pendidikan Karanganyar bekerja sama dengan organisasi Pensiunan Kehutanan (Penshutindo). Bibit diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

"Penyerahan bibit tanaman dilakukan bersamaan dengan sosialisasi dan penguatan komite sekolah," kata Hartono dalam siaran pers, Jumat (12/4/11/2021).

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Karanganyar Cuk Susilo mengatakan, dengan adanya berbagai kebijakan baru dari Kemendikbud dan Ristek, diperlukan pengertian dari setiap Komite Sekolah agar mampu menjalankan fungsinya.

Ada pun fungsi Dewan Pendidikan adalah sebagai advisory agency, supporting agency, controlling agency serta mediator antara eksekurif dan legislatif dengan masyarakat dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pendidikan,

"Terlebih lebih dengan adanya empat program transformasi pendidikan Merdeka Belajar, maka wajib dipahami seluruh stake holders pendidikan," kata Tjuk Susilo.

Editor: Langgeng Widodo


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah