Pandemi Pengaruhi Peningkatan Angka Stunting

- 1 Desember 2021, 05:17 WIB
Dialog Produktif dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Selasa (30/11/2021).
Dialog Produktif dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Selasa (30/11/2021). /Langgeng Widodo/

KARANGANYARNEWS-Secara teori, kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto, pandemi Covid-19 mempengaruhi peningkatan angka stunting (pertumbuhan anak terhambat disebabkan kurang gizi).

“Tapi kita perlu melihat hasil survei yang terbaru dulu,” kata Agus dalam Dialog Produktif dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) - KPCPEN, Selasa (30/11/2021).

Untuk menyokong kesejahteraan masyarakat dan memastikan ketersediaan pangan bagi kelompok rentan secara penghasilan di masa pandemi Covid-19, kata Agus, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial. "Termasuk sembako, bagi masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, target pemerintah untuk menurunkan angka stunting, tidak berubah, yakni hingga 14% pada 2024. Dan untuk mencapai target 14%, orientasi edukasi harus ke hulu lagi.

Karena itu, kata Agus, edukasi stunting diharapkan tidak hanya fokus pada bayi atau anak, melainkan juga pada kelompok risiko. Yaitu remaja anemia, calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, anak yang baru lahir.

"Sebab, status gizi calon pengantin dan ibu hamil mempengaruhi bayi yang akan dilahirkan, agar lebih sehat," tandasnya.

Agus juga menekankan, edukasi di bidang gizi sangat dipengaruhi kebudayaan setempat. Karena itu, edukasi sebaiknya dilakukan warga setempat, sementara pendampingan dan pendekatan dengan ibu hamil dianjurkan dilakukan orang per orang, karena setiap individu memiliki keunikan dan permasalahannya masing-masing.


Terkait dampak pandemi terhadap stunting, Plt. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Kartini Rustandi menyoroti kekhawatiran masyarakat untuk mengunjungi Puskesmas semasa pandemi.

Meski dalam situasi pandemi, Kartini mengatakan beberapa upaya tetap dapat dilaksanakan guna memastikan anak bertumbuh dengan sehat.

Halaman:

Editor: Langgeng Widodo


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah