Tunjangan Profesi Guru Satuan Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal Pesantren Cair Rp5 Miliar Lebih

- 19 Desember 2023, 12:05 WIB
Tunjangan Profesi Guru bagi guru atau ustaz bukan PNS pada Satuan Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal telah dicairkan. (Foto ilustrasi: Pixabay/Katya_Ershova)
Tunjangan Profesi Guru bagi guru atau ustaz bukan PNS pada Satuan Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal telah dicairkan. (Foto ilustrasi: Pixabay/Katya_Ershova) /Pixabay/Katya_Ershova

KARANGANYARNEWS - Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru atau ustaz bukan pegawai negeri sipil (PNS) pada Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) telah dicairkan. Total anggaran lebih dari Rp5 miliar diperuntukkan 293 guru pesantren di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, pembayaran tunjangan profesi ini diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 14 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pembayaran TPG pada Satuan Pendidikan Pesantren.

"Tunjangan Profesi Guru diberikan bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik dengan tujuan untuk memberikan penghargaan atas profesionalitasnya, sekaligus untuk memotivasi agar ustaz/guru mengerahkan dirinya untuk mencapai tujuan belajar bagi para santri di SPM dan PDF," ujar pria yang akrab disapa Kang Dhani di Jakarta, Senin, 18 Desember 2023, dilansir dari laman resmi Kementerian Agama RI, kemenag.go.id.

Baca Juga: Bocoran RAM, Storage dan Trim Warna Samsung Galaxy S24, Rilis Januari 2024

Menurut Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kesejahteraan guru pesantren menjadi perhatian serius Kementerian Agama.

Pihaknya terus berupaya mengambil langkah afirmatif guna meningkatkan kesejahteraan guru SPM dan PDF di pesantren.

Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur menambahkan, total ada 302 guru PDF dan SPM mengajukan tunjangan profesi melalui aplikasi sikap.kemenag.go.id.

Mereka tersebar di sejumlah provinsi, antara lain Jawa Timur (124 orang), Jawa Barat (67), dan Sumatra Utara (45).

“Secara kelembagaan, guru yang lolos verifikasi terbanyak berasal dari TMI PP Al-Amien Prenduan Sumenep Jawa Timur sebanyak 58 orang. Pada urutan kedua adalah SPM Pesantren Musthafawiyah Mandailing Natal Sumatra Utara sebanyak 45 orang,” urai guru besar UIN Yogyakarta.

Halaman:

Editor: Andi Penowo

Sumber: kemenag.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah