Ini Permintaan Maaf KSAD ke Masyarakat sekitar Gudang Peluru Kodam Jaya yang Meledak

- 2 April 2024, 18:02 WIB
Ini Permintaan Maaf KSAD ke Masyarakat sekitar Gudang Peluru Kodam Jaya yang Meledak
Ini Permintaan Maaf KSAD ke Masyarakat sekitar Gudang Peluru Kodam Jaya yang Meledak /Instagram

KARANGANYARNEWS - Meledaknya Gudang Amunisi Artileri Medan Yonarmed 07/155 GS gudang yang berada di bawah Kodam Jaya pada Jumat 29 Maret 2024 membuat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat sekitar lokasi kejadian.

“Saya KSAD mengucapkan permohonan maaf untuk masyarakat sekitar Gudang Amunisi Artileri Medan Yonarmed 07/155 GS Kodam Jaya. Terutama atas kejadian ledakan digudang tersebut,” ujar Maruli Simanjuntak melalui keterangannya, Senin 1 April 2024 kemarin.

Lebih lanjut, Maruli mengaku cukup riskan bagi TNI untuk menyimpan bahan yang mudah terbakar di wilayah tersebut.

Baca Juga: 10 Fakta dan Kronologi Lengkap Ledakan Dahsyat di Asrama Brimob Sukoharjo

Meski demikian, Maruli sangat bersyukur tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ledakan di wilayah Bekasi itu.

"Jadi sebetulnya ini gudang untuk penyimpanan munisi-munisi yang akan didisposal, jadi memang ini cukup riskan untuk mengelola gudang seperti ini. Kita bersyukur bahwa sampai dengan saat ini walaupun sekitar 150 ribu amunisi yang ada di dalam gudang itu sampai dengan sekarang tidak ada korban," terang Maruli.

Dalam hal ini, Maruli mangatakan pihaknya akan mengevaluasi tempat menyimpanan amunisi.

Baca Juga: Ratusan Amunisi Senjata Laras Panjang Ditemukan di Kebun Warga Kaliancar

Hal ini dilakukan agar kejadian kebakaran gudang amunisi tak ada lagi serupa di Gudmurah milik Kodam Jaya di Kabupaten Bogor.

"Tapi secara penyimpanan kita akan evaluasi kembali. Ada 10 gudang yang ada di di Gudmurah, Bogor dan kebakaran hanya terjadi di gudang nomor 6 yang berisi bermacam-macam amunisi,” pungkas Maruli.

Sebagai informasi tambahan, warga Cluster Visalia, Kota Wisata Cibubur, menyatakan sikap usai ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang lokasinya tak jauh dari kediaman mereka.

Baca Juga: Profil Mayjend TNI Maruli Simanjuntak, dari Karir Militer, Dekat dengan Jokowi hingga Jumlah Harta Kekayaan

Sekretaris Pengurus Cluster Visalia Aldi Setiadi saat mengadakan pertemuan antarwarga di Gunung Putri, Minggu, menceritakan dampak ledakan tersebut pada anak-anak mereka.

Warga Cluster Visalia merupakan bagian dari 324 warga yang mengungsi setelah terjadinya ledakan gudang pada Sabtu (30/3) malam, karena alasan keamanan.

"Ledakan terjadi mengakibatkan trauma psikologis kepada anak-anak kita. Kebanyakan anak anak itu, ya berdasarkan obrolan (dengan orangtuanya), mereka tidak bisa tidur, trauma," ujar Aldi.

Ia mengungkapkan, anak-anak sempat histeris saat terjadi kobaran api dan kepulan asap serta suara ledakan beruntun. Terlebih, ledakan pertama terjadi saat sedang mereka sedang berbuka puasa.

"Karena (anak-anak) kita juga lagi ada acara Ramadhan di klaster komplek dari jam 5 sore sampai jam 6 dan lanjut buka puasa. Mereka sangat trauma sekali karena melihat ledakan dan api yang besar sekali," ungkap Aldi.

Mereka meminta treatment khusus untuk menangani dampak traumatik pada anak-anak mereka.

"Yang kedua kita juga minta adanya birokrasi koordinasi antara pihak institusi terkait dengan pengembang Visalia di mana kita pada saat kita ingin huni tempat ini memang kita tidak diberi tahu bahwa adanya gudang peluru di sekitar tempat tinggal kami," ujarnya.

Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu mencatat sebanyak 31 rumah mengalami kerusakan terdampak ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Data sementara ada 31 rumah yang terdampak berupa kaca pecah, plafon retak, atap retak/bolong," ungkap Asmawa.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki waktu 14 hari dalam melakukan asesmen mulai dari menghitung jumlah rumah yang rusak, upaya koordinasi hingga menentukan langkah-langkah penanganan.

Asmawa mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk melakukan penanganan terhadap rumah yang rusak.

"Tentu akan didata terlebih dahulu lalu dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar untuk tindak lanjut penanganan," ujar Asmawa.

Sementara, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut rumah warga yang terdampak akibat kebakaran Gudmurah akan diberikan ganti rugi.

"Ya tentunya nanti kami akan data, akan disisir oleh aparat teritorial yang sekarang sudah bekerja. Nanti apabila ada kerusakan di rumah masyarakat, kami akan ganti," ungkap Agus.***

Editor: Abednego Afriadi

Sumber: PMJ News ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah