Kenaikan UKT Dibatalkan, Nadiem Makarim Minta PTN Rangkul Calon Mahasiswa Baru Terdampak

- 28 Mei 2024, 16:05 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim menyampaikan keputusan pembatalan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) tahun ajaran 2024/2025. (Foto: kemdikbud.go.id)
Mendikbudristek Nadiem Makarim menyampaikan keputusan pembatalan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) tahun ajaran 2024/2025. (Foto: kemdikbud.go.id) /

KARANGANYARNEWS - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan keputusan pembatalan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di Istana Merdeka Jakarta, Senin, 27 Mei 2024.

Mendikbudristek juga menyampaikan beberapa hal penting sebagai tindak lanjut. Selain tidak adanya kenaikan UKT tahun ini, Nadiem Makarim meminta perguruan tinggi  'jemput bola' ke calon mahasiswa baru.

"PTN (Perguruan Tinggi Negeri) perlu merangkul calon mahasiswa baru yang belum daftar ulang atau mengundurkan diri akibat UKT yang tinggi. Saya berharap calon mahasiswa baru agar diberitahukan mengenai kebijakan terakhir pembatalan kenaikan UKT. Jika tidak jadi mengundurkan diri perlu diterima kembali," katanya, dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, kemdikbud.go.id.

Baca Juga: Nadiem Makarim Resmi Batalkan Kenaikan UKT usai Picu Kontroversi

Selain itu, Nadiem Makarim juga menyampaikan, khusus bagi mahasiswa sudah membayar dengan UKT yang dinaikkan perlu ditindaklanjuti PTN agar kelebihan pembayaran dikembalikan atau diperhitungkan pada semester selanjutnya.

Sebelumnya di Istana Negara, Nadiem Makarim mengatakan dirinya mengajukan beberapa pendekatan untuk bisa mengatasi kesulitan dihadapi mahasiswa, di mana Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) akan menyampaikan detail teknisnya.

"Pembatalan kenaikan UKT, kenaikan IPI, dan detail teknisnya akan disampaikan Dirjen Diktiristek dalam Surat Dirjen. Prof Haris (Dirjen Diktiristek) dan tim sudah menerima aspirasi berbagai pihak. Surat Dirjen ini akan diterbitkan segera agar pemimpin PTN dapat mengimplementasikan kebijakan dengan lancar," jelas Nadiem Makarim. ***

Editor: Andi Penowo

Sumber: kemdikbud.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah