Pilkada 2024 Kota Solo Tak Ada Calon Perseorangan, Peta Politik Lokal Bergeser Signifikan

- 15 Mei 2024, 16:35 WIB
Ketua KPU Kota Solo Bambang Cristanto: Peta politik lokal hasil Pemilu 2024 bergeser signifikan, penyebab tidak adanya calon perseorang dalam Pilkada 2024 Kota Solo
Ketua KPU Kota Solo Bambang Cristanto: Peta politik lokal hasil Pemilu 2024 bergeser signifikan, penyebab tidak adanya calon perseorang dalam Pilkada 2024 Kota Solo /Foto: Antara/

KARANGANYARNEWS - Pergeseran signifikan peta politik lokal hasil Pemilu 2024 di Kota Solo, Jawa Tengah, menyebabkan tidak adanya calon perseorang yang berani bertarung dalam Pilkada 2024.

Terbukti, hingga pendaftaran calon perseorang atau independen ditutup KPU Kota Solo, tak ada satu orang pun calon perseorang yang mendaftarkan diri untuk bertarung dalam Pilkada 2024.

Ketua KPU Kota Solo, Bambang Cristanto menjelaskan sosialisasi terkait pendaftaran calon perseorangan telah dilakukan. Baik secara langsung, maupun melalui informasi rutin yang diupdate laman resmi KPU Kota Solo.

 Baca Juga: Rekam Jejak Aan Shopuanudin: Kader Muhammadiyah Cawabup Pilkada 2024 Karanganyar

"Pendaftaran sudah kami buka dari 8 Mei sampai 12 Mei. Namun sampai  hari terakhir, tetap tidak ada yang maju di Pilkada 2024 melalui jalur perseorangan," kata dia kepada awak media, Senin 13 Mei 2024.

Karena tidak ada yang menyerahkan dokumen syarat dukungan bakal calon perseorangan, menurut Bambang KPU Kota Solo akhirnya mengeluarkan surat keputusan Nomor 173/PL.02.2-PU/3372/2/2024 yang menyatakan, tak ada calon perseorangan yang mendaftar.

 

Peta Politik Lokal

Ketua KPU Kota Solo Bambang Cristanto menjelaskan sosialisasi telah dilakukan dengan lancar. Baik secara langsung maupun melalui informasi rutin dan update melalui laman resmi KPU Kota Solo, terkait pendaftaran calon perorangan.

 Baca Juga: Pilkada 2024: Pedagang Pasar Rembang Deklarasi Dukung Sudaryono jadi Cagub Jateng

"Pendaftaran sudah kami buka dari 8 Mei sampai 12 Mei. Namun sampai malam di hari terakhir, tetap tidak ada yang maju di Pilkada Solo melalui jalur perorangan," kata dia kepada awak media, Senin 13 Mei 2024.

Karena tidak ada yang menyerahkan dokumen syarat dukungan bakal calon perseorangan, menurut Bambang.

KPU Kota Solo akhirnya mengeluarkan surat keputusan Nomor 173/PL.02.2-PU/3372/2/2024 yang menyatakan, tak ada calon perseorangan yang mendaftar.

Disinggung soal penyebab tak ada pendaftar jalur independen, Bambang memperkirakan disebabkan situasi politik lokal di Kota Solo yang mengalami perubahan signifikan , dibandingkan pilkada sebelumnya.

 Baca Juga: Aan Shopuanudin, Fungsionaris Golkar Daftar Cawabup PDIP Karanganyar

Dijelaskan, Pemilu 2019 lalu, PDIP sangat mendominasi. Partai ini mendapat 30 kursi, dari 45 kursi DPRD Kota Solo. Sedangkan hasil Pemilu 2024 ini, PDIP mengalami pengurangan signifikan.

 

Jalur Partai Politik

"Artinya situasi peta politik lokal untuk partai sangat dinamis, apalagi perolehan kursi parpol lain mengalami penambahan signifikan, misal PSI dari satu menjadi lima kursi, PKS dari lima menjadi tujuh, kemudian PKB pecah telur akhirnya dapat dua kursi," kata Bambang menambahkan.

 Baca Juga: Putri Politisi PDIP Aria Bima Ramaikan Pilkada Solo, Siap Maju jadi Cawawali

Disebutkan juga, perolehan kursi PDIP memang masih dapat mencalonkan Paslonnya sendiri. Namun parpol lain diperkirakan akan melakukan koalisi untuk mengusung calonnya. Kemungkinan, koalisinya hampir sama seperti Pilpres kemarin, karena waktunya juga berdekatan.

"Dengan situasi politik yang dinamis ini, kemungkinan parpol atau gabungan parpol akan mengusung calonnya sendiri. Sehingga minat masyarakat untuk bertarung lewat jalur independen menjadi berkurang," terang Bambang.

Masih menurut Ketua KPU Kota Solo, masyarakat yang akan bertarung menjadi wali kota dan wakil wali kota, tinggal melalui jalur partai politik atau gabungan partai politik.

 Baca Juga: Pilkada 2024 Karanganyar: Golkar Demokrat Sepakat Koalisi Usung Cabup Cawabup

Sesuai aturan pencalonannya, syarat parpol dapat mengajukan calon 20 persen dari perolehan kursi di DPRD atau 25 persen dari suara sah. Karena Solo ada 45 kursi, jadi minimal harus ada sembilan kursi.***

Editor: Kustawa Esye


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah