Kronologi Gunung Semeru Erupsi: Sempat Tercium Aroma Belerang

- 4 Desember 2021, 21:18 WIB
Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik (erupsi), ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas, Sabtu (04/12/2021) pukul 15.20 WIB. (Dok. Istimewa)
Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik (erupsi), ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas, Sabtu (04/12/2021) pukul 15.20 WIB. (Dok. Istimewa) /

KARANGANYARNEWS - Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik (erupsi), ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, 4 Desember 2021 pukul 15.20 WIB.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menjelaskan kronologi kejadian diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

“Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang. Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik,” tambahnya dalam siaran pers.

Baca Juga: [BREAKING NEWS] Gunung Semeru Erupsi Dahsyat, Warga Panik Berhamburan

Catatan dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur lebih kurang 500 hingga 800 meter dengan pusat guguran berada lebih kurang 500 meter di bawah kawah.

Sebagai respons cepat dari adanya kejadian guguran awan panas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para penambang untuk tidak beraktivitas di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan.

Abdul Muhari menyampaikan, anggota BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi, dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat.

“Tim BPBD Kabupaten Lumajang saat ini tengah mengupayakan untuk mendirikan titik pengungsian sektoral di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang,” ungkapnya.

Adapun hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan visual Gunung Semeru masih tertutup kabut disertai hujan dengan intensitas sedang.

Halaman:

Editor: Andi Penowo

Sumber: Siaran Pers


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x