Syuting di Pengungsian Bikin Publik Geram, Rebecca Tamara: Saya Bersama Korban Semeru

- 24 Desember 2021, 11:27 WIB
Area pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Semeru dijadikan lokasi syuting membuat publik geram. Rebecca Tamara pun langsung memyampaikan permohonan maaf. (Foto: Instagram/@rebeccatamara)
Area pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Semeru dijadikan lokasi syuting membuat publik geram. Rebecca Tamara pun langsung memyampaikan permohonan maaf. (Foto: Instagram/@rebeccatamara) /

KARANGANYARNEWS - Area pengungsian warga terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang dijadikan lokasi syuting sinetron 'Terpaksa Menikahi Tuan Muda' (TMTM) membuat publik geram.

Salah seorang relawan pun menyayangkan aktivitas yang dinilai tak pantas itu.

Nada protes diungkapkan sang relawan lewat akun Instagramnya @cakyo_saversemeru, Kamis, 23 Desember 2021.

"Bencana Bukan Drama. Ketika kami relawan lokal yang tidak punya nama untuk membantu saudara sendiri penuh dengan drama. Sekarang lokasi pengungsian justru dijadikan lokasi syuting sebuah drama. Ini bencana bukan drama. Jangan jadikan bencana sebuah drama," tulis akun Instagram @cakyosaversemeru.

Baca Juga: 5 YouTuber Kocak Bahasa Jawa, Postingannya Bikin Terpingkal-pingkal

Ironisnya lagi, dalam syuting sinetron itu, ada adegan pelukan antarpemain di depan tenda pengungsian dan disaksikan anak-anak.

Seruan boikot dari warga Lumajang terhadap sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda pun didengungkan di dunia maya. Pasalnya, syuting sinetron di area pengungsian warga terdampak bencana dinilai tidak mencerminkan rasa empati.

Menurut kabar beredar, pihak pembuat sinetron merasa sudah mengantongi izin dari bupati Lumajang.

Sementara itu, salah satu pemain terlibat dalam sinetron TMTM, Rebecca Tamara pun langsung merespons atas kegaduhan yang terjadi. Lewat akun Instagramnya, aktris cantik itu menyampaikan permohonan maaf dan mengaku salah sudah menerima adegan sesuai arahan.

Halaman:

Editor: Andi Penowo

Sumber: Instagram


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah