NU Karanganyar Bocorkan 5 Kader Terbaik Layak Maju Cabup di Pilkada 2024

- 28 April 2024, 19:05 WIB
PCNU Kabupaten Karanganyar mengumumkan lima nama kader patut didukung dalam bursa pencalonan bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. (Foto: Dok. Istimewa)
PCNU Kabupaten Karanganyar mengumumkan lima nama kader patut didukung dalam bursa pencalonan bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. (Foto: Dok. Istimewa) /
 
KARANGANYARNEWS - Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karanganyar mengumumkan lima nama kader yang patut didukung dalam bursa pencalonan bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. 
 
Kelima orang itu adalah Paryono (anggota DPR RI), Ilyas Akbar Almadani (Ketua DPD Golkar Karanganyar), Dwi Susilarto (Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Soloraya), Sulaiman Rosyid (Ketua DPC PKB Karanganyar), dan Arief Setyoko (Dirut RSUD Karanganyar). 
 
Satu per satu gambar mereka ditayangkan di layar LCD di pendopo rumah dinas bupati Karanganyar saat berlangsung Halal bi Halal Nahdlatul Ulama Kabupaten Karanganyar bertajuk 'Menuju Digdaya di Abad Kedua,' Jumat, 26 April 2024. 
 
 
Dalam sambutannya, Ketua PCNU, KH Nuril Huda, menyebut Paryono bukanlah wajah baru di kalangan nahdliyin Kabupaten Karanganyar. 
 
"Pak Paryono pernah menjabat sebagai wakil bupati Karanganyar. Jika naik lagi jadi bupati, tidaklah aneh," ucapnya.
 
Sementara Ilyas Akbar Almadani. KH Nuril Huda mengatakan NU memiliki kedekatan dengan putra mantan Bupati Boyolali Juliyatmono itu, termasuk keluarganya.
 
Apalagi Siti Khomsyah, ibunda Ilyas Akbar Almadani adalah sosok penting di Fathayat NU Karanganyar. 
 
 
Sosok lainnya, Dwi Susilarto di organisasi NU Karanganyar memiliki rekam jejak baik. Pria saat ini menjabat penasihat PC Anshor berkiprah di organisasi NU selama lebih dari satu dekade. 
 
Adapun Sulaiman Rosyid memperjuangkan visi dan misi NU di kancah politik. Ia berhasil membawa kadernya duduk di kursi parlemen. 
 
Terakhir, Arief Setyoko merupakan Wakil Ketua I PCNU Karanganyar juga berpengalaman di bidang manajerial, baik di Dinas Kesehatan maupun RSUD. 
 
"Turut berbangga jika kader NU dipercaya memimpin Karanganyar. Mekanisme pencalonannya lewat partai politik (Parpol). NU nggak bisa nyalonin," kata KH Nuril Huda. 
 
 
Pihaknya menambahkan, siapa pun dari lima kader NU direstui para kiai untuk mencalonkan diri sebagai bupati bakal didukung warga nahdliyin.
 
KH Nuril Huda menyebut 300 ribu lebih warga NU Karanganyar tak boleh dipandang sebelah mata. 
 
Menurutnya, sekarang saatnya mewujudkan NU digdaya di abad kedua melalui peran serta kader terbaiknya.
 
Dalam halal bi halal NU Karanganyar, ia mengatakan tak memungkiri warga nahdliyin berada di partai politik, namun menyanggah NU milik parpol tertentu. 
 
 
"NU berjarak dan punya kedekatan sama dengan parpol (partai politik). Tidak ada parpol yang diistimewakan. Tujuan NU memajukan Karanganyar dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," papar KH Nuril Huda. 
 
Sementara itu, Arief Setyoko mengaku siap mengundurkan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) jika nantinya didaulat NU untuk maju mencalonkan sebagai bupati Karanganyar.
 
"Perintah para kiai wajib dipatuhi. Ini keharusan sebagai kader NU yang patuh. Risikonya memang itu dan wajib mundur dari ASN," ungkapnya.
 
Di lain pihak, Dwi Susilarto memandang NU harus tampil lebih unggul dengan membawa kadernya di level kepala daerah. 
 
 
"Kader NU harus siap berpolitik. Momen pilkada inilah saatnya," kata dia. 
 
Sementara itu, Sulaiman Rosyid yang menjabat Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) justru menpersilakan nama-nama tersebut untuk mendaftar ke partainya dan pasti akan diteruskan untuk dicalonkan. PKB sendiri memiliki lima kursi di DPRD Karanganyar.
 
"Nanti akan dikomunikasikan dengan partai lain. Silakan para kader terbaik untuk ikut kontestasi dalam pilkada mendatang di Kabupaten Karanganyar," tukasnya. ***

Editor: Andi Penowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah