Fakta dan Mitos Tahun Kabisat 2024, Salah Satunya Februari Dulunya Merupakan Awal Tahun

- 29 Februari 2024, 13:55 WIB
Fakta dan Mitos Tahun Kabisat 2024, Salah Satunya Februari Dulunya Merupakan Awal Tahun.
Fakta dan Mitos Tahun Kabisat 2024, Salah Satunya Februari Dulunya Merupakan Awal Tahun. /Freepik

Sebagian besar negara memberikan tahun yang memiliki jumlah hari berlebih dengan nama Leap Year. Malaysia dan Singapura menggunakan Leap Year, Indonesia menggunakan kata Kabisat.

Kabisat itu sendiri berasal dari bahasa Arab, Kabisah, yang artinya melompat sehingga banyak orang menggunakan katak sebagai simbol.

Baca Juga: 5 Jodoh Weton Jumat Pahing, Dibalik Misteri Lakune Srengenge: Setia Ikatan Cinta Sukses dan Berlimpah Harta 

Dulu Februari bulan terakhir dan Maret bulan pertama. Februari terdiri 29 hari dan 30 hari di tahun kabisat. August Caesar mengambil satu hari dari Februari untuk Agustus sehingga berjumlah 31 hari.

Kebanyakan orang di dunia berpeluang lahir di tanggal 29 Februari sebanyak 1:1461. Atau sekitar lima juta orang di dunia yang lahir di tahun kabisat.

Leaper adalah sebutan bagi mereka yang lahir di tanggal 29 Februari.

Baca Juga: Rela Mati Demi Harga Diri: Weton Jumat Pahing, Dibalik Misteri Khodam Harimau 

Kalender Islam atau Kalender Hijriyah juga memiliki tahun kabisat. Jumlah hari pada tahun biasa adalah 354. Pada tahun Kabisat hari bertambah satu, yaitu bulan ke 12 atau Dulhijah, sehingga jumlah hari dalam setahun 355.

Para astronom percaya bayi yang lahir di tahun kabisat punya bakat istimewa, kepribadian unik, bahkan punya kekuatan magis.

Beberapa pesohor yang lahir di tanggal 29 Februari adalah pencipta puisi Lord Byron, rapper Ja Rule dan atlet sepak bola Darren Ambrose.

Halaman:

Editor: Ken Maesa Pamenang


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah