Menilik Produksi Genting di Mojolaban Sukoharjo, Pertahankan Tradisi Warisan Leluhur

- 8 Juli 2023, 22:07 WIB
Menilik produksi genting di Mojolaban Sukoharjo, pertahankan tradisi warisan leluhur. Desa Demakan terkenal sebagai desa perajin genting tradisional. (Foto: Dok. Istimewa/Imam)
Menilik produksi genting di Mojolaban Sukoharjo, pertahankan tradisi warisan leluhur. Desa Demakan terkenal sebagai desa perajin genting tradisional. (Foto: Dok. Istimewa/Imam) /

KARANGANYARNEWS – Menilik Produksi Genting di Mojolaban Sukoharjo, Pertahankan Tradisi Warisan Leluhur. Alat-alat press sederhana bertenaga manusia berdecit di sebuah ruang pembuatan genting tanah liat. Alat sederhana itu menghasilkan genting yang sedang dijemur Suparman, salah satu perajin tradisional Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban.

Desa Demakan terkenal sebagai desa perajin genting tradisional. Di tengah berkembangnya teknologi, banyak warga Desa Demakan masih mempertahankan cara tradisional membuat genting.

“Usaha gentingnya sudah lama ini dari generasi ke generasi, puluhan tahun. Cara sama, alat-alat yang dipakai juga masih sama kayak dulu, nggak ada yang berubah,” kata Suparman.

Baca Juga: Kue Pancong, Jajanan Tradisional Nikmat yang Bikin Ketagihan Bule

Ia pun tak berniat mengganti alat tradisional pembuatan genting menggunakan sarana lebih canggih.

Dalam pembuatan genting tanah liat tradisional, Suparman melakukan prosesnya dengan memutar mesin press tradisional yang dimiliki keluarga mereka.

Sementara sang istri, Warti membantunya mengambil tanah liat dan menaruhnya di cetakan genting dari bahan besi.

Setelah di-press genting yang baru dicetak ditaruh di atas rak kayu sebelum dijemur. Dalam sehari, Suparman biasa mencetak 300 hingga 350 genting.

Selain alat press, tampak pula tempat pembakaran genting di depan rumah Suparman. Tempat pembakaran itu terlihat sederhana terbuat dari batu bata disusun menjadi tembok dan menyerupai cerobong.

Halaman:

Editor: Andi Penowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah