Tradisi Sadranan Warga Lereng Merbabu, Jalan Kaki 1 Km ke Pemakaman demi Kirim Doa ke Leluhur

- 9 September 2023, 22:40 WIB
Tradisi sadranan warga lereng Merbabu, jalan kaki 1 km ke pemakaman demi kirim doa ke leluhur. Prosesi ini dilakukan setiap Bulan Sapar pada penanggalan Jawa. (Foto: Dok. Istimewa)
Tradisi sadranan warga lereng Merbabu, jalan kaki 1 km ke pemakaman demi kirim doa ke leluhur. Prosesi ini dilakukan setiap Bulan Sapar pada penanggalan Jawa. (Foto: Dok. Istimewa) /

KARANGANYARNEWS - Tradisi Sadranan Warga Lereng Merbabu, Jalan Kaki 1 Km ke Pemakaman demi Kirim Doa ke Leluhur. Warga lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Dukuh Gunung Wijil, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Boyolali menggelar tradisi sadranan, Sabtu, 9 September 2023. Prosesi ini dilakukan warga setiap Bulan Sapar pada penanggalan Jawa di lokasi pemakaman sebagai bentuk pelestarian budaya leluhur.

Membawa berbagai jenis makanan berikut lauk pauknya, warga menuju lokasi pemakaman dengan berjalan kaki. Mereka menempuh jarak sekira satu kilometer dari kampung.   

Sesampainya di lokasi pemakaman, warga menggelar tahlil dan doa bersama dipimpin tokoh agama setempat. Setelah prosesi tersebut, mereka menyantap makanan yang dibawa dari rumah bersama-sama.   

Menurut tokoh masyarakat dukuh setempat, Joko Sarjono, tradisi sadranan ini dilakukan warga bertujuan mengirim doa kepada ahli kubur atau nenek moyang yang telah meninggal dunia.

 

Baca Juga: Kapan Musim Hujan Tiba? Ini Dia Prediksi Lengkap BMKG 

“Tradisi ini dilakukan warga secara turun temurun setiap Bulan Sapar dalam penanggalan Jawa atau setiap September. Ini untuk mengirim doa kepada nenek moyang kita yang telah meninggal,” katanya.

Diharapkan, dengan digelarnya tradisi sadranan ini warga dimudahkan dalam mencari rezeki serta senantiasa diberikan kesehatan.

Halaman:

Editor: Andi Penowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah