Debat Cawapres: Ketua PDIP Solo Singgung Privilege Gibran Soal Guyuran APBN

- 23 Desember 2023, 17:05 WIB
Debat cawapres, Ketua PDIP Solo singgung privilege Gibran soal guyuran APBN. Menurutnya, besaran APBN pada masa Gibran Rakabuming jauh lebih besar ketimbang masanya. (Foto: Instagram@kpu_ri)
Debat cawapres, Ketua PDIP Solo singgung privilege Gibran soal guyuran APBN. Menurutnya, besaran APBN pada masa Gibran Rakabuming jauh lebih besar ketimbang masanya. (Foto: Instagram@kpu_ri) /

KARANGANYARNEWS Debat Cawapres: Ketua PDIP Solo Singgung Privilege Gibran Soal Guyuran APBN. Sejumlah warga, relawan, dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo nonton bareng (Nobar) debat calon wakil presiden (Cawapres) 2024 di Pendapa Sasana Rahadi Bawana, Pucangsawit, Jebres, Solo, Jumat malam, 22 Desember 2023.

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo turut hadir dalam acara nobar menyoroti beberapa pernyataan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.

Salah satunya soal jawaban cawapres milenial itu atas pertanyaan dilontarkan sang rival, Muhaimin Iskandar soal keberhasilannya mengerjakan proyek-proyek besar di Kota Solo.

Menurut Rudy yang menjabat sebagai Wali Kota Solo periode sebelumnya, besaran anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada masa Gibran Rakabuming jauh lebih besar ketimbang masanya.

Baca Juga: Komentari Gibran saat Debat Cawapres, Ketua PDIP Solo Singgung Soal Lobi Politik

Ia menyebut, hal itu merupakan keuntungan didapat Gibran Rakabuming yang notabene merupakan putra Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Kalau pada saat saya (menjabat wali kota Solo) ya nggak lah, lebih besar Mas Gibran lah. Jawabannya satu kata saja ya karena anak presiden gitu loh," kata Rudy di sela nobar.

Pria berkumis ini juga mengungkap soal beberapa proyek pembangunan yang telah lama diajukannya semasa masih menjabat wali kota.

Proyek-proyek itu baru dibangun atau diresmikan saat kepemimpinan Gibran Rakabuming.

Halaman:

Editor: Andi Penowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah