Pilih Berjudi dan Investasi Kripto, Cara Warga Inggris Menyiasati Biaya Hidup Tinggi

- 23 Juni 2022, 23:13 WIB
Ilustrasi. warga Inggris memilih jadi penjudi untuk menyiasati biaya hidup tinggi
Ilustrasi. warga Inggris memilih jadi penjudi untuk menyiasati biaya hidup tinggi /Pixabay/ThorstenF.

KARANGANYARNEWS - Judi dan investasi kripto saat ini sedang banyak dilakukan oleh warga Inggris menyusul melonjaknya biaya hidup di negeri tersebut.

Hal ini seperti yang dilaporkan oleh lembaga sosial yang menangani pecandu judi, pada Kamis 23 Juni 2022.

Menurut GamCare, pihaknya banyak menerima telepon dari penerima bantuan sosial yang berjudi dan berharap menang agar bisa menutupi kebutuhan, tetapi mereka kalah taruhan.

Baca Juga: Polisi Siap Berantas Iklan Judi Slot Online Seleb Media Sosial

Lembaga itu melaporkan beberapa orang yang telah pulih dari kecanduan kini berjudi lagi karena tekanan finansial.

Masyarakat di Inggris, salah satu dari tujuh negara maju dalam G7, tengah menghadapi tingginya angka inflasi yang mencapai 9,1 persen pada Mei, rekor tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Bank sentral Inggris, Bank of England, telah memperingatkan bahwa inflasi dapat menembus angka 11 persen pada Oktober.

Sebuah survei dengan 4.000 lebih responden oleh GamCare dan dirilis pada Kamis menunjukkan 46 persen di antaranya mengaku khawatir dengan kondisi keuangan mereka.

Baca Juga: Sembunyikan Aset Kripto Rp35 Miliar, Adik Indra Kenz Ditahan

Lebih dari separuh responden mengaku telah berjudi dalam 12 bulan terakhir dan sebagian besar dari mereka kehilangan uang.

"Para penasihat di layanan bantuan kami mendengarkan bahwa biaya hidup sedang mempengaruhi perilaku berjudi, khususnya di kalangan mereka yang telah pulih (dari kecanduan)," kata Anna Hemmings, kepala eksekutif GamCare.

"Kami juga tahu tim kami mendengar lebih banyak orang yang mencari bantuan terkait perdagangan kripto," katanya.

Baca Juga: Waspadai Penawaran Aset Kripto dengan Iming-iming Imbal Hasil Tinggi!

Orang-orang yang membeli Bitcoin dengan poundsterling enam bulan lalu dan berharap bisa memenuhi kebutuhan hidup telah kehilangan 55 persen dari investasi mereka hingga Kamis.

GamCare mengatakan 43 persen penjudi bermasalah telah berinvestasi di mata uang kripto, 25 persen di antaranya mengaku ingin berinvestasi lebih banyak lagi untuk menutupi kerugian.

Sebagai perbandingan, hanya ada 7 persen dari total investor kripto yang ingin menanamkan uangnya lebih banyak pada mata uang digital itu.***

Editor: Andi Penowo


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x