Pimpin Upacara HUT RI di RSDC Donohudan, Ganjar Dongkrak Imunitas Ratusan Pasien Covid-19

17 Agustus 2021, 15:40 WIB
Tampil beda, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengenakan hazmat lengkap saat jadi inspektur upacara di RSDC Donohudan, Boyolali /Kustawa Esye/

KARANGANYARNEWS – Pandemi Covid-19 yang belum mereda, menjadikan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-76 Pemprov Jateng sangat berbeda. Tidak digelar di lapangan Simpanglima Semarang secara meriah. Tahun ini, dilaksanakan di RSDC Donohudan,  Boyolali.

Itupun berlangsung sangat sederhana dan terbatas, tanpa mengurangi hikmah Upacara Kemerdekaan RI.  Tak ada pasukan TNI/Polri yang berbaris rapi, tiada juga pasukan pelajar yang biasanya hadir menggunakan seragam berwarna-warni.

Peserta upacaranya, hanya barisan pasien Covid-19 dengan pakaian sangat sederhana, sebagaimana yang mereka kenakan keseharian selama menjalani isolasi terpusat di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Baca Juga: Guru Honorer Pasien Covid-19 Dihadiahi Motor, Ganjar Jadi Inspektur Upacara di RSDC Donohudan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang Selasa, 17 Agustus 2021 pagi menjadi inspektur upacara, juga tampil beda. Tidak mengenakan jas, atau pakaian adat yang biasa ia gunakan saat memimpin upacara kemerdekaan.

Kali ini, Gubernur Jawa Tengah yang akrap disapa Mas Ganjar, memakai pakaian hazmat lengkap, seperti pakaian yang biasa digunakan tenaga kesehatan (Nakes) dalam menangani pasien Covid-19.

Tak ada yang menyangka, pria yang berdiri sebagai inspektur upacara itu adalah Ganjar. Sebab, seluruh bagian tubuh Ganjar tertutup hazmat. Praktis, hanya bagian mata saja yang terlihat transparan di balik kaca mata yang dikenakan.

Baca Juga: Peringati Hari Kemerdekan RI, Polisi Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut

Hazmat yang dikenakan Ganjar berwarna putih polos. Ia juga memakai kacamata lengkap dengan masker dobel berwarna merah putih. Di bagian bawah, Ganjar mengenakan sepatu boot berwarna orange.

Seluruh petugas upacara juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Mereka mengunakan hazmat lengkap, baik petugas pengibar bendera merah putih, pembaca teks UUD 1945, pembaca doa dan lainnya.

"Hari ini saya sengaja ke sini, ingin upacara bersama mereka para penyintas. Saya kira dalam perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus ini, nuansa kesedihan itu masih menggayut di kita semuanya. Makanya saya ingin semua bersemangat, dan tadi kelihatan kawan-kawan para penyintas bersemangat," ucapnya.

Baca Juga: Tetap Siaga dan Waspada, Kendati Penanganan Covid di Jateng Kian Membaik

Ganjar juga sengaja memakai hazmat saat memimpin upacara hari ini. Tak lain dan tak bukan, Ganjar ingin merasakan bagaimana para tenaga kesehatan berjuang menangani pandemi.

"Saya baru pertama kali pakai hazmat. Panas banget ternyata. Saya tidak membayangkan, mereka para nakes yang berjam-jam menggunakan hazmat ini. Saya ingin merasakan bagaimana menjadi mereka," imbuhnya.

Menurutnya, perjuangan para nakes sungguh luar biasa. Mereka harus berjuang menyemangati diri sendiri, merawat pasien dan juga menyemangati para penyintas.

Baca Juga: Jaga Pasokan Oksigen Medis, Pemprov Jateng Utus BUMD dan Maksimalkan CSR

"Sesuatu yang ingin saya rasakan sendiri. Mudah-mudahan kehadiran saya di sini, bisa memberikan semangat bagi para penyintas dan nakes. Mereka bisa juga merayakan kemerdekaan di tempat ini,” jelasnya.

Teruntuk para Nakes, Ganjar berharap lebih terspirit tetap melaksanakan upacara kemerdekaan, karena selama ini memang tidak pernah libur.

Sementara itu, para penyintas Covid-19 yang sedang isolasi di Donohudan mengaku senang bisa tetap merayakan kemerdekaan meski sedang isolasi. Apalagi, mereka bisa upacara dengan inspektur upacaranya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Memaknai Falsafah Filosofi Tempeng HUT Kemerdekaan RI

"Nggak nyangka, pak Ganjar yang jadi pemimpin upacara. Ya seneng ya, karena meski diisolasi, tapi tetap bisa merayakan kemerdekaan," kata Nur Aini, 33 tahun, salah satu pasien Covid-19.

Nur awalnya tak menyangka, pria yang menjadi inspektur upacara adalah Ganjar. Setelah mendengar sambutannya, Nur langsung paham bahwa itu Ganjar.

"Senang sekali, ternyata pak Ganjar mau hadir. Pakai hazmat karena sesuai protokol kesehatan," ucapnya.

Baca Juga: Raja Moderat Pengabdi Seni Budaya, Inilah Sederet Tari Karya KGPAA Mangkunega IX

Hal senada disampaikan Agus,40, pasien lainnya. Ia mengaku bersyukur bisa ikut upacara kemerdekaan RI ke-76 hari ini.

"Alhamdulillah, masih bisa mengikuti meskipun saya sedang diisolasi. Rasanya nggak bisa membayangkan, apalagi pak Ganjar datang memberikan kami semangat. Ini obat yang jauh lebih mujarab dari obat apapun. Menambah imun kami semakin kuat," ucapnya. ***

Editor: Kustawa Esye

Tags

Terkini

Terpopuler