Simpang Joglo Ditutup Total Mulai 27 Februari hingga 30 April, Hindari Titik-titik Rawan Macet Ini!

- 28 Februari 2024, 22:37 WIB
Simpang Joglo ditutup total mulai 27 Februari hingga 30 April, Hindari Titik-titik Rawan Macet Ini. Simpang Joglo ditutup mulai Selasa malam. (Foto: Dok. Istimewa)
Simpang Joglo ditutup total mulai 27 Februari hingga 30 April, Hindari Titik-titik Rawan Macet Ini. Simpang Joglo ditutup mulai Selasa malam. (Foto: Dok. Istimewa) /

KARANGANYARNEWS Simpang Joglo Ditutup Total Mulai 27 Februari hingga 30 April, Hindari Titik-titik Rawan Macet Ini. Simpang sebidang kereta api (Joglo) sisi Utara menghubungkan arus kendaraan dari Jalan Ki Mangun Sarkoro-Jalan Sumpah Pemuda ditutup mulai Selasa malam, 27 Februari hingga 30 April 2024 mendatang.

Penutupan ini terkait pekerjaan kontruksi underpass fase III. Adanya penutupan memicu peningkatan jumlah kendaraan melintas di jalur alternatif sekitarnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Ari Wibowo, mengungkapkan guna mendukung pelaksanaan pembangunan Underpass Joglo yang tengah memasuki fase III, pihaknya melakukan manajemen rekayasa lalu lintas di sekitar Simpang Joglo.

Baca Juga: Mengenal Ruy Iskandar, Aktor Indonesia di Film Avatar: The Last Airbender Versi Netflix

Rekayasa lalu lintas dilakukan mulai Selasa malam, 27 Februari hingga 30 April 2024. Simpang sebidang kereta api sisi Utara menghubungkan Jalan Ki Mangun Sarkoro-Jalan Sumpah Pemuda ditutup.

“Penutupan mulai Selasa malam pukul 21.00 WIB sampai 30 April untuk pekerjaan fase III. Selama itu simpang sebidang kereta api sisi Selatan masih bisa diakses masyarakat dan diberlakukan dua arah,” terang Ari Wibowo, Selasa, 27 Februari 2024.
 
Sedikitnya ada tiga mekanisme pengalihan disiapkan. Pertama, kendaraan dari Barat ke Timur Simpang Joglo maupun sebaliknya diarahkan melintas via simpang sebidang kereta api sisi Selatan yang masih dibuka untuk dua arah. 
 
 
Selanjutnya, kendaraan dari Barat ke Utara (arah Purwodadi) maupun sebaliknya diarahkan melintas via simpang sebidang kereta api sisi Selatan menuju Jalan Kolonel Sugiono menuju Jalan Gunung Kawi (jalan kampung belakang Universitas Slamet Riyadi/UNISRI) sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jalan Gunung Slamet dan seterusnya hingga masuk ke akses jalan Solo-Purwodadi.
 
"Kalau kendaraan dari arah kota yang mau ke jalan Solo-Purwodadi diarahkan memutar ke Jalan Letjen Sutoyo-Jalan Jaya Wijaya-Jalan Kerinci sebelum masuk jalan Solo-Purwodadi. Adapun untuk meminimalisasi kemacetan, semua kendaraan berat sumbu tiga ke atas dialihkan via tol," imbuhnya.
 
Adanya penutupan dan pengalihan lalu lintas, Dishub Kota Solo memrediksi sejumlah potensi kemacetan bisa timbul saat jam padat lalu lintas (pagi dan sore hari). 
 
 
Potensi kepadatan pertama akan terlihat di simpang sebidang kereta api (Simpang Joglo) sisi Selatan yang dibuat menjadi dua arah.
 
Kedua, kepadatan akan terlihat di sekitar Jalan Jaya Wijaya-Jalan Kerinci yang menuju ke arah jalan Solo-Purwodari. 
 
Ketiga, kepadatan akan terlihat di Simpang Komplang dan Simpang Pasar Nusukan yang juga jadi jalur alternatif untuk kendaraan dari Barat ke Timur (maupun sebaliknya) Simpang Joglo.
 
"Potensi kepadatan lain yang juga mungkin terlihat bisa terjadi di sepanjang kawasan Ngemplak, Viaduk Gilingan, Simpang Tirtonadi, Simpang Balapan, hingga beberapa ruas jalan di sekitarnya. Mengantisipasi kemacetan, kami terjunkan petugas dan intervensi APILL," terang Ari Wibowo.
 
 
Sekadar informasi, manajemen rekayasa lalu lintas diterapkan mulai 27 Februari hingga 30 April dilakukan guna menunjang pelaksanaan pekerjaan kontruksi Underpass Joglo yang kini memasuki fase ketiga. 
 
Berdasarkan timeline pekerjaan kontruksi, menurut Project Manager PT Hutama WIKA KSO, Agus Widodo, fase ketiga merupakan tahapan pekerjaan paling besar karena penggalian terowongan di bawah Simpang Joglo akan dilakukan pada fase ini.
 
"Porsi pekerjaan paling berat itu tahap ketiga, pembuatan struktur underpass (terowongan) nya di bawah rel kereta api yang ada saat ini," terangnya, saat sosialisasi pekerjaan beberapa waktu lalu. ***

Editor: Andi Penowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Pemilu di Daerah

x