Mengejutkan..! Pria Gay dan Biseksual Dominasi Kasus Baru Cacar Monyet di Eropa. Kenapa..?

- 21 Mei 2022, 21:28 WIB
Ilustrasi dua orang pria gay sedang bergandengan tangan
Ilustrasi dua orang pria gay sedang bergandengan tangan /Pixabay/

KARANGANYARNEWS - Pria gay dan biseksual disebutkan mendominasi dalam kemunculan kasus baru infeksi cacar monyet di Eropa.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris, terkait semakin banyaknya warga di Eropa yang terserang wabah virus ini.

Otoritas kesehatan di Spanyol juga menguatkan pandangan itu, yang mana dilaporkan ada 23 kasus baru cacar monyet, terutama di wilayah Madrid. Dan yang menarik sebagian besar infeksi terkait dengan wabah di sauna dewasa.

Kata sauna digunakan di Spanyol untuk menggambarkan tempat-tempat yang populer dengan pria gay yang mencari seks, bukan hanya pemandian air panas.

Baca Juga: Ngeri..! Wabah Penyakit Misterius Makan 7 Korban di India. Begini Ciri-Cirinya

Jumlah total infeksi di Spanyol kini telah mencapai 30 kasus, sementara 23 kasus yang dikonfirmasi kini telah diidentifikasi di negara tetangga Portugal, di mana sembilan kasus baru terdeteksi pada Jumat.

Pihak berwenang Madrid telah berupaya melacak kasus-kasus itu terutama dari satu wabah di sauna, kata kepala kesehatan regional Enrique Ruiz Escudero kepada wartawan, Jumat.

“Departemen Kesehatan Masyarakat akan melakukan analisis yang lebih detail lagi untuk mengendalikan penularan, memutus mata rantai penularan, dan berusaha memitigasi penularan virus ini semaksimal mungkin,” kata Escudero.

Sebanyak 18 kasus lain yang dicurigai sedang diselidiki di Spanyol, 15 kasus di wilayah Madrid, dua kasus di Kepulauan Canary, dan satu kasus di Andalusia, kata otoritas kesehatan.

Baca Juga: Muncul Virus Marburg, Guinea Konfirmasi Kematian Pertama

Lebih dari 100 kasus cacar monyet yang umumnya ditemukan di Afrika barat dan tengah kini telah dilaporkan di Eropa.

Penyakit itu adalah infeksi yang biasanya ringan, dengan gejala termasuk demam, sakit kepala, dan ruam bergelombang yang khas.

Sebanyak 20 kasus telah terdeteksi di Inggris, di mana pihak berwenang menawarkan vaksin cacar kepada petugas kesehatan dan orang lain yang mungkin telah terpapar.

"Spanyol sedang menilai pilihan pengobatan yang berbeda, seperti menggunakan antivirus dan vaksin, tetapi sejauh ini semua kasus memiliki gejala ringan. Dan oleh karena itu tidak ada pengobatan ad hoc khusus yang diperlukan," kata Menteri Kesehatan Spanyol Carolina Darias kepada wartawan pada Jumat.

Sementara kasus-kasus di Portugal masih dalam tindak lanjut klinis tetapi tidak ada yang dirawat di rumah sakit karena semuanya stabil, kata otoritas kesehatan.***

Editor: Klasik Herlambang

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x