Luncurkan Dua Buku, Ini Agenda Glamping Sastra Indonesia 2022 di Baturaden

30 Juni 2022, 15:37 WIB
Glamping Sastra Indonesia 2022 akan digelar di Baturaden Adventure Forest Resort, Purwokerto, Sabtu 2 Juli 2022 /Dok Dewan Kesenian Jateng/

KARANGANYARNEWS - Puluhan sastrawan dari berbagai daerah di Indonesia menyatakan kesiapannya menghadiri dan mengikuti Glamping Sastra Indonesia 2022.

Even literasi yang akan berlangsung di Baturaden Adventure Forest Resort, Purwokerto, Sabtu 2 Juli 2022 siang ini, digelar Komunitas Glamping Sastra Indonesia bersama Dewan Kesenian Jawa Tengah.

Dijadwalkan perkemahan para sastrawan dan launching buku ini, akan dibuka Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, secara kebetulan dia juga sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas.

Baca Juga: Antologi Puisi Melawan Pandemi, Luapan Empati Penyair Lintas Provinsi

Nia Samsihono, Ketua Komunitas Glamping Sastra Indonesia mengatakan,  sastrawan Ahmad Tohari dan istrinya, Sitti Syamsiah juga akan ikut berkemah dalam Glamping Sastra Indonesia 2022.

Menurut dia, dalam kegiatan ini juga akan diluncurkan dua buku. Masing-masing buku ‘Sesorah Spiritualitas Ahmad Tohari’ karya Hadi Supeno dan antologi ‘Sastra Alam Sejati’ suntingan Nia Samsihono. 

Buku pertama, memuat kesan dan testimoni para sahabat Ahmad Tohari yang barusan berulang tahun ke-75. Sedangkan buku kedua memuat karya para sastrawan yang mengikuti kemah di Baturaden tahun lalu, ditambah mereka yang berminat ikut menulis tentang alam.

Baca Juga: Bedah Buku ‘Sunan Kuning’ Menandai Deklarasi Satupena Jateng

Peluncuran atau launching buku akan dilakukan Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Ganjar Harimansyah. Menurut  Nia Samsihono, dua buku tadi akan dibahas dan didiskusikan narasumber Erina Yatmasari dari Universitas Hang Tuah Surabaya dan Hadi Supeno, mantan Wakil Bupati Banjarnegara.

“Selain itu, terjadwalkan juga menghadirkan dokter Handrawan Nadesul dari Jakarta yang ,  akan menjadi nara sumber bertema sastra dan kesehatan,” kata Nia Samsihono.

Ditambahkan, kegiatan ini sudah kedua kalinya diadakan di Baturaden. Pertama digelar awal Desember tahun lalu, dengan label ‘Kemah Sastra Indonesia 2021’. Rencananya akan ditradisikan tiap tahun sekali, dia berharap bisa menjadi ajang silaturahmi,  aktivitas, dan kreativitas para sastrawan.

 Baca Juga: Namanya Bikin Gabut; Ini Tradisi Berbagi Kupat Jembut di Semarang

“Karena itu kegiatan ini butuh dukungan dari pemerintah maupun swasta, sehingga dapat terlaksana lebih baik dan terprogram,” katanya. Menurut  Nia Samsihono, selama ini kegiatan dilaksanakan secara swadaya dan swadana. ***

Editor: Kustawa Esye

Tags

Terkini

Terpopuler