Kanigoro Network Sebut Elektabilitas Kapolda Ahmad Lutfi Tertinggi di Pilgub Jateng

- 23 April 2024, 12:05 WIB
Kanigoro Network menyebut Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi memiliki elektabilitas tertinggi dibanding sejumlah nama tokoh lainnya. (Foto: Unsplash/Arnaud Jaegers)
Kanigoro Network menyebut Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi memiliki elektabilitas tertinggi dibanding sejumlah nama tokoh lainnya. (Foto: Unsplash/Arnaud Jaegers) /
 
KARANGANYARNEWS - Kanigoro Network meluncurkan hasil survei terbarunya tentang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng). Hasil survei dilakukan pada 20 hingga 30 Maret 2024, nama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi memiliki elektabilitas tertinggi dibanding sejumlah nama tokoh lainnya.
 
Pendiri Kanigoro Network, Joko Kanigoro mengatakan pihaknya melakukan survei terhadap 1400 responden di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan memakai metode multistage random sampling dan proporsional.
 
Margin of error dari survei ini di angka 2,1 persen dan memiliki tingkat kepercayaan 95 persen.
 
 
"Dalam survei ini, kami melakukannya secara dua tahap. Pertama adalah figur dengan latar belakang profesi yang dianggap publik paling memiliki kapasitas untuk memimpin Jawa Tengah. Nah, dari survei ini ternyata masyarakat Jawa Tengah menilai jika figur TNI atau Polri punya kapasitas lebih untuk menjadi gubernur Jawa Tengah," jelasnya, Senin, 22 April 2024.
 
Joko Kanigoro menyebut 22,6 persen masyarakat Jawa Tengah menilai sosok berlatar belakang TNI atau Polri cocok memimpin Jawa Tengah.
 
Sebanyak 19,9 persen memilih figur pejabat pemerintah, 16,7 persen memilih figur pengusaha, 13,5 persen memilih figur politisi, dan 11,6 persen memilih figur tokoh agama sebagai sosok yang cocok menjadi gubernur Jawa Tengah.
 
 
"Kami lanjutkan dengan pertanyaan siapa tokoh yang akan dipilih masyarakat Jawa Tengah di pilgub. Hasilnya ada tujuh nama tokoh yang muncul, yaitu Irjen Ahmad Lutfi, Hendrar Prihadi, Sudaryono, Taj Yasin Maimoen, Dico M Ganinduto, Gus Yusuf, dan Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul," urai Joko Kanigoro.
 
"Survei kami, sebanyak 25,1 persen memilih Ahmad Lutfi sebagai sosok yang cocok memimpin Jawa Tengah. Disusul Hendrar Prihadi dengan angka 23,8 persen, Sudaryono di angka 13,7 persen, Taj Yasin Maimoen 9,4 persen, Dico M Ganindito 7,2 persen, Gus Yusuf 5,6 persen, dan Bambang Pacul 4,5 persen," sambung dia.
 
Joko Kanigoro menjelaskan, survei elektabilitas tujuh tokoh potensial ini merupakan survei lanjutan dilakukan sebelumnya, berfokus pada preferensi publik terhadap latar belakang politik/profesi yang merupakan DNA politik ketokohan apakah dapat memengaruhi pilihan responden atau tidak. 
 
 
Penyertaan latar belakang politik/profesi menjadi alat identifikasi DNA politik ketokohan cukup konsisten dengan elektabilitas tokoh atau figur dihasilkan dalam survei.
 
Joko Kanigoro menyebut, latar belakang politik atau profesi sebagai rekam jejak ketokohan menjadi salah satu pertimbangan utama bagi publik untuk menentukan pilihan.
 
Ini dijadikan alat ukur persepsi publik terhadap kualitas dan dedikasi kepemimpinan.
 
 
"Persepsi kepemimpinan tegas, ngayomi, dan mandegani masih relevan dengan kultur masyarakat JawaTengah yang diidentifikasikan pada latar belakang profesi, baik TNI dan Polri maupun pejabat pemerintahan atau birokrat," kata Joko Kanigoro. 
 
"Kultur politik JawaTengah yang sangat spesifik ini diprediksi akan tetap menjadi pertimbangan utama kepercayaan publik pada figur ketokohan di pemilu kepala daerah Provinsi Jawa Tengah, November 2024 mendatang," tutupnya. ***

Editor: Andi Penowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah