Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Mojolaban Sukoharjo, Amankan Anak Panah

- 26 Januari 2024, 00:00 WIB
Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris berinisial N, warga Dusun Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Kamis, 25 Januari 2024 pagi. (Foto: Dok. Istimewa)
Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris berinisial N, warga Dusun Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Kamis, 25 Januari 2024 pagi. (Foto: Dok. Istimewa) /
KARANGANYARNEWS - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial N, warga Dusun Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Kamis, 25 Januari 2024 pagi.
 
Informasi dihimpun di lapangan, aksi penangkapan dilakukan saat N hendak menuju masjid di area rumahnya untuk menunaikan salat subuh.
 
Tim Densus 88 bersama jajaran Polres Sukoharjo lantas melakukan penggeledahan di rumah terduga, Dukuh Bulak RT 02 RW 08, Dusun Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Kamis pukul 12.30 WIB. 
 
 
Menurut keterangan Kepala Dusun Plumbon, Dwi Maryanto, selama satu jam tim Densus melakukan penggeledahan dan membawa sejumlah barang bukti, yakni buku-buku, telepon seluler (Ponsel), dan empat busur anak panah. 
 
"Pihak yang bersangkutan terkait dengan jaringan teroris kalau enggak salah. Habis subuh yang bersangkutan dijemput, terus tadi pagi saya pemberitahuan lewat Bhabinkamtibmas bahwasanya yang  bersangkutan dijemput kemudian ada penggeledahan diminta mendampingi. Kurang lebih bakda zuhur ya, jam 12.30 (WIB)," papar Dwi Maryanto. 
 
"Barang yang dibawa setahu saya buku, handphone, dan busur panah kisaran empat," urainya.
 
 
Sementara itu, menurut salah satu warga, Suparto, N ditangkap saat hendak pergi ke masjid setempat ketika jemaah sedang melaksanakan salat subuh. 
 
"Itu tadi kan pas ketika mau salat subuh sebelum sampai di masjid ditangkap kelihatannya perjalanan ke masjid. Masyarakat di sini kan semuanya nggak tahu, dikira pencuri, terus sampai sekarang sampai hari ini baru tahu kalau ini (terduga teroris)," jelas Suparto. 
 
Dirinya mengaku kaget lantaran N kesehariannya beternak dan memiliki usaha pembuatan susu kedelai dinilai ramah. Menurutnya, N tinggal bersama istri dan tiga orang anaknya seperti masyarakat biasa.
 
 
"Kaget, nggak nyangka itu, seperti biasa orangnya juga baik. Tidak ada yang menyimpang misalnya dikatakan orang, kayak orangnya agak asing itu nggak. Dia menyatu sama masyarakat. Kerja bakti juga ikut, pengajian rutin juga ikut, orangnya ramah juga," beber Suparto. 
 
Sementara itu, selain N, pada hari yang sama Tim Densus 88 Antiteror juga mengamankan sembilan terduga teroris lainnya di Soloraya.
 
Terduga ditangkap di Kabupaten Sukoharjo sebanyak lima orang, Kabupaten Boyolali tiga orang, Kota Solo satu orang, dan Kabupaten Karanganyar satu orang. ***

Editor: Andi Penowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah