Kirab Bulusan di Kudus, Tradisi Unik antara Kekayaan Budaya dan Spiritualitas

- 17 April 2024, 20:05 WIB
Kirab Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, masih dijaga dengan cermat oleh penduduk setempat hingga kini. (Dok. Instagram/@sumber.bulusan)
Kirab Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, masih dijaga dengan cermat oleh penduduk setempat hingga kini. (Dok. Instagram/@sumber.bulusan) /

KARANGANYARNEWS - Tradisi Kirab Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjelma sebagai kepingan berharga dari warisan budaya yang masih dijaga dengan cermat oleh penduduk setempat.

Merangkum berbagai sumber, diperingati setiap 8 Syawal 1445 Hijriah, tradisi ini menjadi momen dinantikan masyarakat setempat serta sarana memelihara kekayaan budaya dan spiritualitas.

Kirab Bulusan tidak hanya sekadar prosesi perayaan, melainkan juga sebuah upaya untuk mengenang dan menghormati bulus.

Dalam cerita masyarakat setempat, bulus diyakini sebagai jelmaan dua orang manusia bernama Kumoro dan Komari, murid Kiai Dudo.

Baca Juga: Megawati Ajukan Amicus Curiae ke MK, Gibran Tanggapi Santai

Kebenaran cerita ini mungkin tak terbukti secara ilmiah, namun nilai-nilai dan makna terkandung di dalamnya tetap menjadi bagian penting dari identitas dan kepercayaan masyarakat Desa Hadipolo.

Setiap tahun, persiapan Kirab Bulusan dimulai jauh sebelum hari perayaan tiba.

Para peserta kirab tak hanya mempersiapkan kirab gunungan berisi berbagai hasil bumi, namun juga menyiapkan teatrikal terkait sejarah bulusan untuk menambah daya tarik acara.

Rute kirab melintasi jalan pedesaan menjadi magnet bagi masyarakat setempat maupun wisatawan untuk menyaksikan momen sakral ini.

Halaman:

Editor: Andi Penowo

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah