Heboh Dugaan Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud, Tim Kuasa Hukum Minta Diproses Tuntas

- 2 Januari 2024, 19:05 WIB
Tim kuasa hukum pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Henry Yosodiningrat menjenguk korban dugaan penganiayaan di Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali, Senin (01/01/2024). (Foto: Dok. Istimewa)
Tim kuasa hukum pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Henry Yosodiningrat menjenguk korban dugaan penganiayaan di Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali, Senin (01/01/2024). (Foto: Dok. Istimewa) /

KARANGANYARNEWS - Tim kuasa hukum calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Henry Yosodiningrat menjenguk relawan korban dugaan penganiayaan dilakukan 15 oknum anggota TNI Markas Kompi B Yonif Raider 408/Suhbrastha (Sbh).

Tindak penganiayaan bermula ketika sejumlah relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD melintas di depan markas TNI menggunakan knalpot brong.

Usai menjenguk korban di Rumah Sakit Pandan Arang, Henry Yosodiningrat bilang, pihaknya datang ke Boyolali untuk memastikan perilaku atau perbuatan para pelaku dugaan penganiayaan terhadap relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud, Ketua PDIP Boyolali Angkat Bicara

“Jadi perbuatan para pelaku ini agar betul-betul diproses secara hukum. Saya tidak mau hilang begitu saja. Kalau saya melihat bahwa perlakuan ini adalah perlakuan brutal,” katanya kepada wartawan, Senin, 1 Januari 2024.

Henry Yosodiningrat berharap aksi brutal terhadap masyarakat sipil ke depan tidak terulang kembali di daerah lain. 

“Masih ada 42 hari lagi, kita tidak mau itu terulang kembali. Saya akan melihat kasus ini sampai di mana, kalau perlu saya akan menanyakan ke staf Angkatan Darat, saya akan minta perhatian,” ucap dia.

Henry Yosodiningrat juga mengajak para relawan untuk tidak patah semangat dan tak perlu takut. Menurutnya, terkait kampanye Ganjar Pranowo-Mahfud MD itu hak mereka, namun apabila melakukan kesalahan dengan memakai knalpot brong, itu adalah soal lain. 

Baca Juga: Viral Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali Diduga Dianiaya Oknum Aparat

Halaman:

Editor: Andi Penowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah