Mengapa Perlu Sidang Isbat Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah? Ini Penjelasannya

- 8 Maret 2024, 13:53 WIB
Mengapa perlu sidang isbat awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, ini penjelasannya. Sidang isbat sudah berlangsung sejak dekade 1950-an. (Ilustrasi: Pixabay/Briam-Cute)
Mengapa perlu sidang isbat awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, ini penjelasannya. Sidang isbat sudah berlangsung sejak dekade 1950-an. (Ilustrasi: Pixabay/Briam-Cute) /Pixabay/ Briam-Cute/

KARANGANYARNEWS - Mengapa Perlu Sidang Isbat Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah? Ini Penjelasannya. Kementerian Agama (Kemenag) rutin menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah. Hal ini sudah berlangsung sejak dekade 1950-an, sebagian sumber menyebut tahun 1962.

Hasil sidang isbat diumumkan menteri agama dan itu menjadi momen yang ditunggu masyarakat.

Dalam perkembangan selanjutnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Keputusan Fatwa No 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Baca Juga: Review, Fitur dan Spek HP Oppo Find X7 Ultra, Dibekali Kamera Canggih

Fatwa itu salah satunya memutuskan penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode rukyah dan hisab oleh Pemerintah RI cq. menteri agama dan berlaku secara nasional.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Ditjen Bimas Islam, Adib, menjelaskan sidang isbat penting dilakukan karena Indonesia bukan negara agama, bukan juga negara sekuler.

Indonesia tidak bisa menyerahkan urusan agama sepenuhnya kepada orang per orang atau golongan.

Sidang isbat penting dilakukan karena ada banyak organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di Indonesia yang juga memiliki metode dan standar masing-masing dalam penetapan awal bulan Hijriyah.

Baca Juga: Microsoft Akhiri Dukungan Aplikasi Android di Windows 11 Tahun Depan, Ini Alasannya

Halaman:

Editor: Andi Penowo

Sumber: kemenag.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah