Intensitas Erupsi Merapi Kian Tinggi, BPBD Siagakan 3 Shelter Pengungsi

19 Maret 2022, 17:22 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Winoto meninjau kesiapan shelter pengungsi erupsi Gunung Merapi /Humas Pemkab Klaten/

KARANGANYARNEWS – Mengantisapi kian tingginya intensitas erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten siapkan shelter pengungsi di tiga kecamatan.

Tiga shelter pengungsian bencana Gunung Merapi atau Tempat Evakuasi Akhir (TEA) masing-masing di Kebondalem Lor (Kecamatan Prambanan), Menden ( Kecamatan Kebonarum) dan shelter Demakijo (Kecamatan Karangnongko).

Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten,  Sri Winoto. Kepada awak media, dia memastikan tiga shelter pengungsian tadi telah siap ditempati sewaktu-waktu bencana merapi terjadi.

Baca Juga: Intensitas Bencana Merapi Tinggi, Desa Tlogolele Kian Sering Hujan Abu

Dijelaskan juga, status Gunung Merapi hingga saat ini masih siaga dengan aktivitas relatif cukup tinggi. Selain sering mengeluarkan lava pijar, ancaman guguran awan panas juga membahayakan.

“Pola luncuran awan panas dan curahan lava pijar Gunung Merapi yang dulu cenderung ke barat sekarang cenderung ke barat daya, ke selatan atau tenggara kearah Kali Woro,” terang Sri Winoto.

BPBD Klaten menurutnya tetap sejalan dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), menghimbau masyarakat menghentikan aktivitas di daerah-daerah rawan bencana Gunung Merapi.

Baca Juga: Inovatif, Piket Siaga Erupsi Gunung Merapi Sambil Jaga Kedai Kopi

Dia sebutkan di jalur Kali Woro, jalur Kali Gendol, dan Kali Gubeng. Tak hanya saat terjadi luncuran awan panas, saat di lereng dan puncak Gunung Merapi hujan deras, juga mengancam terjadinya luapan lahar dingin.

Menurut Kepala BPBD Klaten, kesiapsiagaan masyarakat beberapa waktu lalu sudah melakukan evakuasi mandiri ke masing-masing balai desa, karena belajar dari pengalaman dan melihat aktivitas Gunung Merapi.

Kemudian dalam kesiapan penanggulangan bencana, BPBD Klaten juga telah melakukan simulasi penanganan pengungsi dilanjut fokus ke tiga shelter pengungsian tadi.

Baca Juga: Girpasang Lereng Merapi; Sensasi Uji Nyali Dibalik Hangatnya Nyruput Kopi

Termasuk diantaranya, disebutkan Sri Winoto terkait kesiapan keberadaan sarana prasarana yang dapat dimaanfaatkan sebagaimana fungsinya. Baik air bersih, penerangan, MCK dan lainnya.

“Personil dari BPBD dan relawan juga sudah kami plot skenarionya sesuai posisi masing-masing. Shelter Kebondalem Lor untuk jalur Balerante, Demakijo untuk jalur Sidorejo, dan Tegalmulyo di shelter yang Menden,” terang dia. ***

Editor: Kustawa Esye

Tags

Terkini

Terpopuler