Pasar Doplang: Wisata Kuliner Asyik di Wonogiri, Kaya Kearifan Lokal Penuh Nostalgia

- 19 Desember 2022, 22:17 WIB
Pasar Doplang, destinasi wisata kuliner tradisional di Dusun Kembar, Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Tempat ini mengusung konsep tradisional Jawa dengan kearifan lokalnya. (Foto: Dok. Istimewa/Nila)
Pasar Doplang, destinasi wisata kuliner tradisional di Dusun Kembar, Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Tempat ini mengusung konsep tradisional Jawa dengan kearifan lokalnya. (Foto: Dok. Istimewa/Nila) /

KARANGANYARNEWS - Pasar Doplang belakangan menjadi salah satu destinasi wisata kuliner populer di Kabupaten Wonogiri. Berada di Dusun Kembar, Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo, tempat ini menyuguhkan aneka kuliner tradisional. Pasar Kuliner Tradisional Doplang hanya buka di akhir pekan, yakni setiap Minggu mulai pukul 05.00 hingga 10.00 WIB.

Di pasar ini terdapat 23 lapak pedagang dengan sekira 200 jenis makanan dan minuman lokal, seperti gatot, grontol, besengek, tiwul, sego bancakan, cabuk, puli, soto, jemblem, wedang uwuh, dan jenis jajanan tradisional lainnya.

Keberadaan aneka jajanan rakyat ini dijamin bikin pengunjung bernostalgia sekaligus sebagai klangenan.

Baca Juga: Siap-siap! Manga Sasuke Retsuden Diadaptasi Jadi Anime, Rilis 8 Januari 2023

Selain kuliner tradisional, Pasar Doplang juga menyajikan berbagai jenis jajanan kekinian, seperti bakso bakar, sosis bakar, dan sejenisnya.

Uniknya, Pasar Doplang begitu memerhatikan kelestarian lingkungan. Objek wisata kuliner ini bebas sampah plastik.

Karenanya, jangan heran apabila kamu menikmati makanan di sini, menu atau jajanan yang disajikan menggunakan daun jati atau daun pisang. Sementara peralatan makannya terbuat dari tanah liat.

Menariknya lagi, sembari menikmati hidangan, para pengunjung dapat menikmati musik dari panggung bernuansa Jawa.

Baca Juga: Pensiun Jadi Presiden, Jokowi bakal Dapat Rumah di Colomadu

Di Pasar Doplang, kamu akan disuguhi aneka jenis musik, mulai dari campursari hingga musik modern, termasuk tari-tarian tradisional.

Pasar Doplang, destinasi wisata kuliner tradisional di Dusun Kembar, Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. (Foto: Dok. Istimewa/Nila)
Pasar Doplang, destinasi wisata kuliner tradisional di Dusun Kembar, Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. (Foto: Dok. Istimewa/Nila)

Satu hal yang juga jadi ciri khas Pasar Doplang, yakni sebelum masuk pasar pengunjung diminta menukarkan uang dengan kepingan dari kayu jati berbentuk bulat, bertuliskan nominal.

Kesejahteraan warga

 

Pengelola Pasar Doplang, Abdul Wahid Ahmadi, mengatakan pasar yang ada di Desa Pandan Slogohimo Wonogiri ini sengaja dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata daerah guna meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

"Desa Pandan ini jarang menyediakan warung atau rumah makan, untuk itu seluruh warga berinisiatif dan bergotong royong mendirikan pasar ini," jelasnya.

Baca Juga: Mengenal OCD, Penyakit Mental Diderita Aliando Syarief yang Bikin Sulit Beraktivitas

Abdul Wahid Ahmadi berharap Pasar Doplang bisa semakin dikenal masyarakat luas. Dengan begitu, pasar yang ada di kawasan kebun jati ini nantinya bisa semakin berkembang.

"Harapan kami kepada seluruh warga, khususnya para pengunjung dari berbagai daerah untuk bisa menyampaikan kepada seluruh masyarakat, baik luar kota maupun dalam kota. Ya tentunya agar Pasar Doplang ini lebih dikenal lagi, lebih populer lagi, lebih banyak pendatang lagi, dan lebih berkembang serta dapat disebarluaskan melalui berbagai media di era modern ini," harapnya.

Pasar Doplang mulai dikembangkan pada 2018. Tujuannya tak lain demi meningkatkan pendapatan warga setempat.

Baca Juga: Fix! Kim Seok Jin BTS Berangkat Wamil Hari Ini

Dalam aktivitasnya, pasar ini kental dengan tradisi dan budaya daerah di mana para penjual dan pengelola menggunakan pakaian adat Jawa berupa lurik dan beskap.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Elvi Kirana mengaku senang bisa menyambangi Pasar Doplang. Pasalnya, konsep yang dihadirkan begitu menarik, lekat dengan kearifan lokal.

"Tempatnya juga sejuk, nyaman, ditambah pemandangan sawah dan pengunungan yang asri bisa menjadi sarana refreshing bareng teman atau keluarga," ucapnya. ***

Editor: Andi Penowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x