Lesti Kejora Cabut Laporan, Begini Kelanjutan Proses Hukumnya

15 Oktober 2022, 13:28 WIB
Profil dan Biodata Lesti Kejora yang Melaporkan Sang Suami, Rizky Billar atas Dugaan KDRT. /Instagram/Lesti Kejora

KARANGANYARNEWS - Lesti Kejora cabut laporan polisi terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT yang dialaminya. Langkah ini disayangkan banyak pihak lantaran kasus KDRT bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga urusan publik karena menimbulkan dampak negatif di beberapa sektor kehidupan.

Salah satunya adalah penulis yang juga aktivis perempuan, Kalis Mardiasih. Dirinya menyebut bahwa kasus KDRT juga menjadi perhatian organisasi-organisasi level dunia, salah satunya WHO. Selain itu, lanjut Kalis, kasus KDRT menimbulkan dampak negatif, dari kesehatan, psikologi hingga produktivitas korban. 

"Kemudian dampak bagi anak-anak yang menjadi saksi kasus KDRT berpeluang mengalami masalah kesehatan," kata Kalis melalui akun instagram-nya. 

Baca Juga: Update Kasus KDRT yang Dialami Lesti Kejora, Rizky Billar Resmi Jadi Tersangka

Sementara Tsamara Amany Alatas juga menyayangkan langkah Lesti Kejora yang mencabut laporan kasus KDRT yang dilakukan suaminya sendiri, Rizky Billar. Mantan politisi PSI (Partai Solidaritas Indonesia) ini melalui caption video di akun Instagram juga menilai, langkah Lesti tersebut merupakan suatu kemunduran.

Proses hukum

Lantas, bagaimana dengan proses hukumnya? Seperti diketahui, Rizky Billar sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Terkait pencabutan laporan tersebut, pihak penyidik Polda Metro Jaya menyatakan langkah artis Lesti Kejora mencabut laporan polisi terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, Rizky Billar, tidak langsung menghentikan proses hukum yang telah berjalan.

"Tidak serta merta kalau dicabut dia (Rizky Billar) dibebaskan malam ini. Tidak begitu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis malam lalu.

Baca Juga: Hasil Resmi Visum Lesti Kejora Akibat KDRT

Zulpan mengatakan ada prosedur yang telah dijalankan saat pembuatan laporan polisi dan tentunya ada aturan yang harus dilakukan saat pencabutan laporan.

Lebih lanjut, Zulpan menegaskan penyidik kepolisian sudah memproses laporan tersebut hingga melewati beberapa tahapan.

Sehingga menurut Zulpan, penyidik juga yang akan memproses permohonan pencabutan laporan tersebut sesuai prosedur yang ada.

"Sekarang kewenangan ada di tangan penyidik. Prosesnya sudah dalam proses penyidikan, bahkan sudah menetapkan tersangka dan penahanan, ini yang harus dihormati," ujar Zulpan.

Baca Juga: Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar Terkait KDRT

Zulpan juga menjelaskan pihak kepolisian belum menerima surat permohonan resmi untuk pencabutan laporan tersebut.

Sebelumnya, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan Rizky Billar sebagai tersangka dugaan kasus KDRT terhadap isrtinya, Lesti Kejora pada Rabu kemarin.

Kemudian, polisi secara resmi melakukan penahanan terhadap Rizky Billar pada Kamis sore.

Tak lama berselang setelah polisi mengumumkan penahanan tersebut, Lesti Kejora mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk berkomunikasi dan berkonsultasi dengan pihak penyidik terkait pencabutan laporan.

Kasus kekerasan yang dialami Lesti Kejora terjadi pada 28 September 2022 di rumah keduanya di Cilandak, Jakarta Selatan.

Saat itu, Rizky Billar diduga melakukan kekerasan fisik dengan mendorong dan membanting korban ke kasur dan mencekik leher korban sehingga jatuh ke lantai.

Akibat kejadian tersebut, Lesti melapor ke polisi dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Selanjutnya, Rizky Billar dijerat Pasal 44 Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman lima tahun penjara.***

Editor: Abednego Afriadi

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler